Di Bawah Emery, Arsenal Dilanda Penyakit Komplikasi

Di Bawah Emery, Arsenal Dilanda Penyakit Komplikasi

Di Bawah Emery, Arsenal Dilanda Penyakit Komplikasi

Agen Judi Bola OnlineLondon – Arsenal inkonsisten di bawah asuhan Unai Emery musim ini. Mantan pemain The Gunners, Lee Dixon, menilai klub tersebut tengah dilanda sakit komplikasi.

Setelah menghabiskan 12 pekan pertama di Premier League, Arsenal tak bisa berbuat banyak. Mereka berjarak cukup jauh dari pemimpin klasemen Liga Inggris Liverpool, hingga 17 poin. Kekalahan terakhir Arsenal didapatkan dari Leicester City dengan skor 0-2 di King Power Stadium.

Laju kurang sip Arsenal itu menjadi awal spekulasi Emery. Bahkan, sejumlah nama mulai disodorkan kepada manajemen klub, untuk mengganti Emery, di antaranya Patrick Vieira dan Thierry Henry, dalam prosesnya dia diikat oleh klub MLS Montreal Impact.

Dixon, yang merasakan empat kali juara liga bersama Arsenal dan tiga Piala FA, menyebut ada hal yang harus diubah di dalam klub berjuluk Gudang Meriam itu. Dia bilang Arsenal tak hanya memiliki satu masalah, namun beberapa problem. Ya karena Emery, juga ketiadaan pemimpin di dalam ruang ganti.

Dixon menilai Emery tak memiliki strategi dan taktik yang pas untuk Arsenal. Itu bisa dilihat dari setiap pertandingan yang dijalani oleh The Gunners.

“Dari membuat percobaan di satu sisi, kemudian malah kebobolan dari penalti dalam tempo 20 detik itu tak boleh terjadi, harus dihentikan,” kata Dixon seperti dikutip Mirror.

“Seperti pada pertandingan dengan Watford, atau saat menjamu Aston Villa di kandang, saat menjalani laga away dengan Liverpool, dengan dia menurunkan lini tengah yang terlalu berdekatan dan membiarkan bek-bek sayap Liverpool menguasai permainan,” Dixon menjelaskan.

“Saya bisa memilih pertandingan yang manapun dan membuat analisis yang sama, itu yang diulang-ulang di tengah lapangan,” dia menambahkan.

Baca Juga : Bologna Tunggu Kepastian dari Ibrahimovic

Selain itu, Arsenal, lanjut Dixon, tak memiliki pemain yang kritis dan berani menyampaikan pendapat di ruang ganti. Tak ada pemain yang bermental pemimpin di Arsenal.

“Itu terjadi setiap pekan, seharusnya dihentikan dan pemain menanyakan,”kami tidak tahu apa dilakukan manajer, bisakah kita mengubahnya? Bisakah kita mengubah sesuatu,” ujar Dixon.

“Tapi, tak ada pemimpin di dalam tim itu, tidak ada sosok seperti Patrick Vieira yang akan bilang kepada manajer,”Bos, bisakah kita mengubah sistem atau sesuatu?” dia menjelaskan.